Hidup Sekali Jangan Merugi

RM 23.50

Out of stock

Description

“Semasa kuliah,” ujar seorang ayah pada anaknya yang mengalami kejenuhan dalam belajar, “ayah punya seorang rekan. Sewaktu ujian lisan dengan profesor, dia harus mengulang sampai lebih dari 5 kali, padahal teman lainnya hanya mengulang maksimal 3 kali. Akhirnya, dia hanya bisa tersenyum pahit saat yang lain merayakan wisuda. Sekian tahun berlalu, tersiar kabar bahwa rekan ayah berhasil menjadi birokrat kampus. Karena kesibukannya, ia diberi hak untuk memiliki asisten pribadi. Siapa yang dia tunjuk? Dia menunjuk profesor yang dulu tidak meluluskannya lebih dari 5 kali!”

Lalu sang ayah berpesan, “Nak, Allah telah menciptakan dua keadaan bagi hamba-Nya. Keadaan pertama adalah syukur, yang kedua adalah sabar. Saat kamu di atas, bersyukurlah agar Allah tidak menjatuhkanmu ke tempat hina. Sedang kala di bawah, bersabarlah agar Allah selalu meridhaimu. Karena itu, ayah tak pernah peduli kamu berada di mana. Melihatmu bisa memainkan peranmu dengan baik saja, ayah sudah sangat bersyukur.”

Selepas malam itu, sang anak tak hanya mampu menyelesaikan studinya, melainkan juga mampu menorehkan capaian-capaian yang luar biasa!

Buku ini mengajak kita untuk bernapas, yang di setiap tarikannya akan ada inspirasi-inspirasi yang terserak. Juga ada hikmah pada setiap lajur kisah. Pun ada bersitan-bersitan ide yang patut kita telaah. Mari selami setiap detail goresannya. Berani?

Additional information

Weight 0.183 kg